Connect with us

Hukum

Operasi Tumpas Semeru 2025, Polres Madiun Kota Tetapkan 7 Tersangka , Amankan 1 Kg Ganja dan 15,91 Gram Sabu

Published

on

img 20250929 wa0071

KOTA MADIUN – Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran narkotika selama pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2025 yang berlangsung sejak 30 Agustus hingga 10 September 2025.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan Tujuh tersangka yang terdiri dari Enam laki-laki dan Satu perempuan.
Dari hasil pengungkapan, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 15,91 gram, ganja kering seberat 1,020 kilogram, tiga unit sepeda motor, dan tujuh unit ponsel yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi.
Barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolres Madiun Kota Polda Jatim untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, S.I.K.,melalui Kasihumas Iptu Ubaidilah menjelaskan bahwa hasil operasi ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas jaringan peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku untuk beraksi di Kota Madiun. Narkoba adalah musuh bersama yang merusak masa depan generasi muda,” tegas Iptu Ubaidilah, Senin (29/9).
Lebih lanjut, Kasihumas menambahkan, Polres Madiun Kota akan terus melakukan pemantauan dan tindakan tegas terhadap setiap bentuk peredaran narkoba, baik di tingkat pengguna maupun pengedar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika di lingkungannya.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Mari bersama-sama kita wujudkan Madiun sebagai kota yang bersih dari narkotika,” pungkasnya.(*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

KRISIS TIMUR TENGAH MEMBARA: Iran Bombardir Israel, Dunia Terancam Perang Besar!

Published

on

By

WARTAKABAR.COM, 20/3/2026 – Konflik Iran-Israel memasuki pekan ketiga dengan intensitas serangan rudal Iran yang kian ganas, memicu kekhawatiran global akan eskalasi tak terkendali. Harga minyak dunia melonjak melewati USD110 per barel setelah serangan besar-besaran Iran mengguncang sektor energi Teluk, sementara Qatar dan Arab Saudi memperingatkan Teheran atas pelanggaran “garis merah” yang signifikan.Iran melancarkan gelombang rudal baru ke wilayah Israel pada 17-19 Maret 2026, menargetkan infrastruktur kritis dan memicu respons balasan dari Tel Aviv.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul di media sosial menyapa warga di tengah kekacauan, membantah rumor korban jiwa tinggi termasuk isu kematian tokoh publik. Intelijen AS melaporkan rezim Iran tetap utuh meski di bawah tekanan, sementara Rusia disebut-sebut diuntungkan dari ketegangan ini.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi menolak dialog dengan AS, membantah klaim Presiden Donald Trump bahwa Teheran mencari kesepakatan damai. Arab Saudi mengancam opsi “nonpolitik” signifikan jika serangan berlanjut, sementara Qatar menyerukan de-eskalasi untuk cegah kehancuran regional.

Pemantauan dunia termasuk Indonesia fokus pada stabilitas Gaza dan Ukraina, dengan ekspor energi global terganggu parah.Kenaikan harga minyak menggoyang pasar Teluk, dengan Vietnam dan Filipina terdampak tidak langsung melalui dinamika ekspor.

Video serangan rudal viral di YouTube, menarik jutaan tayangan dan diskusi sengit di media sosial, sementara jurnalis dunia tuntut verifikasi fakta di tengah banjir hoax. Situasi kian kritis saat dunia waspadai potensi perang luas.Berita ini disusun berdasarkan laporan terkini dan akan terus diperbarui.


Sumber: Tim Redaksi | Update: 20 Maret 2026, 06:06 WIB

Continue Reading

Berita

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Polisi Sebut Aksi Terencana

Published

on

By

Aktivis KontraS Andrie Yunus korban penyiraman air keras di Jakarta.
Aktivis KontraS Andrie Yunus korban penyiraman air keras di Jakarta.

Jakarta, WARTAKABAR.COM – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman cairan keras di kawasan Salemba–Talang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026. Serangan yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB ini mengguncang publik dan memicu kekhawatiran akan keamanan aktivis serta ruang demokrasi di Indonesia.

Menurut pemaparan polisi, Andrie sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai merekam siaran podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saat melintas di Jalan Salemba I–Talang menggunakan sepeda motor, dua orang tak dikenal yang mengendarai motor dari arah berlawanan tiba‑tiba menyiramkan cairan ke arah korban. Aksi ini terpantau dari rekaman CCTV yang kemudian menjadi dasar penyelidikan aparat.

Dari analisis Polda Metro Jaya, pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban bahkan sejak Andrie meninggalkan kantor YLBHI sekitar pukul 23.22 WIB. CCTV juga menunjukkan bahwa pelaku sempat berhenti di SPBU Bright Cikini ketika korban mengisi bahan bakar, sehingga kuat dugaan insiden ini direncanakan. Sampai berita ini diturunkan, polisi masih memburu para terduga pelaku dan menggali kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan.

Akibat penyiraman, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada wajah, dada, dan tangan. Dokter menyebut ia sempat menjalani prosedur pengangkatan jaringan kulit mati dan penanaman kulit, serta perlu pengawasan intensif terkait risiko gangguan penglihatan dan komplikasi lain.

Kondisi Andrie kini dirawat di rumah sakit rujukan, dengan keluarga dan rekan aktivis terus memantau perkembangan pemulihannya.Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menilai serangan ini sebagai bentuk upaya membungkam suara kritis, terutama dari elemen yang mengawasi isu pelanggaran HAM dan kekuasaan aparatur negara. “Ini bukan hanya serangan fisik, tapi serangan terhadap ruang demokrasi dan kebebasan menyuarakan kritik,” ujarnya dalam pernyataan resmi.Kepolisian memproses kasus ini sebagai dugaan penganiayaan berat berdasarkan KUHP baru. Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dibantu Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri telah mengamankan sejumlah CCTV, helm, dan barang bukti lain yang terkait dengan pelaku. Polisi juga menegaskan bahwa rekaman yang digunakan untuk penelusuran tidak direkayasa dengan teknologi AI dan murni berasal dari kamera pengawas.Reaksi politik pun bermunculan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan memberikan atensi khusus kepada penanganan kasus ini. Sementara Presiden Prabowo Subianto meminta penegak hukum mengusut insiden tersebut secara cepat, transparan, dan tuntas. “Tidak ada toleransi terhadap kekerasan terhadap aktivis dan pembela HAM,” tegas pernyataan istana.Menteri HAM Natalius Pigai dan Menko Hukum, HAM, Imigrasi, serta Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra turut mengecam kejadian ini sebagai serangan terhadap demokrasi dan hak masyarakat sipil. Keduanya menekankan pentingnya negara untuk melindungi ruang publik dan memastikan aktivis bisa bekerja tanpa ancaman kekerasan.

Di dunia sipil, Koalisi masyarakat sipil, Amnesty International Indonesia, dan para aktivis seperti Novel Baswedan menyerukan agar pengusutan tidak berhenti di level pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap siapa di balik rencana kekerasan. Mereka menilai pola serangan yang terencana dan terorganisir menunjukkan adanya perencanaan yang berkaitan dengan latar belakang kritik Andrie terhadap isu militer dan judicial review.

Di media sosial, tagar dukungan untuk Andrie Yunus ramai beredar, sementara sejumlah pihak mengingatkan agar identitas pelaku yang beredar tidak disimpulkan sepihak. Polisi menegaskan bahwa beberapa gambar tampang pelaku yang viral diperkirakan merupakan hasil rekayasa AI yang dapat mengganggu jalannya penyelidikan.

Hingga saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. Pihak kepolisian menegaskan komitmen untuk terus mengungkap pelaku dan motif di balik penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Bagi publik, insiden ini menjadi alarm serius tentang perlindungan aktivis, kebebasan berekspresi, dan integritas ruang demokrasi di Indonesia.

Continue Reading

Hukum

Polres Pacitan Berhasil Amankan Tersangka Curanmor dan 2 Unit Motor Hasil Curian

Published

on

By

PACITAN – Kepolisian Resor (Polres) Pacitan Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang belakangan meresahkan warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.
Satu tersangka berinisial DSY (25), warga asal Jombang Ngawi yang bekerja sebagai tukang las, berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Polisi menyita Dua unit sepeda motor hasil curian, yakni Yamaha N.MAX AE 4055 YH dan Honda PCX AE 3735 ZJ, beserta dokumen kendaraan serta kunci kontak.
Kejadian bermula pada Selasa (30/9/2025) sekitar pukul 19.15 WIB, saat korban EDP bersama saksi mendapati pelaku tengah berusaha membawa kabur motor Yamaha N.MAX di depan bengkel Sani Motor.
Laporan yang cepat ke pihak kepolisian langsung direspons oleh tim Satreskrim Polres Pacitan, hingga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar di Mapolres Pacitan, Senin (6/10).
“Tersangka sudah kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata AKBP Ayub.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam menindak tegas aksi kriminal yang meresahkan masyarakat.
Pelaku kini dijerat Pasal 362 jo. Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Kapolres Pacitan juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan insan media yang terus berperan aktif dalam mendukung kepolisian.
Ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan serta menghidupkan kembali budaya ronda malam.
“Mari kita bersama – sama jaga kondusifitas di lingkungan kita masing – masing dan laporkan segera ke kepolisian terdekat jika melihat atau mengalami tindak kejahatan,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Trending